Hari Perempuan   Women Day

blogger counters


20 Oktober - Pelantikan Presiden Joko Widodo

20 Oktober - Pelantikan Presiden Joko WidodoUpacara Pelantikan Joko Widodo (Jokowi) sebagai Presiden Indonesia ke-7 dilakukan di Gedung DPR/MPR, Jakarta pada tanggal 20 Oktober 2014 pagi. Upacara ini menandai secara resmi dimulainya jabatan Joko Widodo sebagai Presiden dan Jusuf Kalla sebagai Wakil Presiden Indonesia, yang telah memenangkan pemilihan umum presiden pada 9 Juli 2014.

Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) melantik Joko Widodo-Jusuf Kalla sebagai presiden dan wakil presiden. Menurut Sekertaris Jenderal MPR, Eddie Siregar, acara berlangsung mulai pukul 08.00 WIB -11.12 WIB. "Pukul 08.30 sidang paripurna MPR diawali penyerahan keputusan komisi pemilihan umum mengenai penetapan pasangan calon presiden dan wakil presiden terpilih," kata Eddie, dalam keterangannya, Minggu (19/10/2014).

Berikut Susunan Acara Pelantikan Presiden dan Wakil Presiden RI:

08.00 : Penerimaan Anggota serta Undangan
09.21 : Kehadiran Wakil Presiden Terpilih Jusuf Kalla
09.23 : Kehadiran Presiden Terpilih Joko Widodo
09.25 : Kehadiran Wakil Presiden Boediono
09.27 : Kehadiran Presiden Susilo Bambang Yudhoyono
09.29 : Kehadiran Tamu Negara
10.00 : Menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya
10.02 : Mengheningkan Cipta dipimpin Ketua MPR
10.05 : Pembukaan Sidang Paripurna MPR
10.12 : Pengucapan Janji/Sumpah Presiden
10.16 : Pengucapan Janji/Sumpah Wakil Presiden
10.20 : Penandatanganan Berita Acara Pelantikan
10.23 : Penyerahan Berita Acara Pelantikan oleh Ketua MPR
10.25 : Ketua MPR melanjutkan memimpin sidang paripurna
10.45 : Pidato Presiden Terpilih
11.05 : Doa oleh Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin
10.08 : Penutupan Sidang Paripurna
11.10 : Menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya
11.12 : Sidang Paripurna selesai.

Setelah acara pelantikan di Gedung DPR/MPR, acara dilanjutkan dengan arak-arakan Joko Widodo dan Jusuf Kalla, dengan menggunakan kereta kencana diiringi warga dari Bundaran Hotel Indonesia menuju Istana Merdeka.[7] Di Istana Merdeka diadakan upacara sambut lepas bersama Presiden Yudhoyono dan anggota Kabinet Indonesia Bersatu II sekitar pukul 14.30. Petang harinya, diadakan Panggung Pesta Rakyat di Monumen Nasional. Pelantikan Jokowi mendapat berbagai reaksi dari masyarakat dan media Indonesia maupun internasional. Masyarakat Indonesia menyaksikan acara pelantikan, baik melalui televisi atau menghadiri acara publik secara langsung. Banyak warga yang sengaja mengambil cuti dari pekerjaannya untuk menyaksikan acara ini.

Para pemimpin luar negeri mengucapkan selamat kepada Jokowi, beberapa hadir di Gedung DPR/MPR secara langsung, dan yang lan mengirimkan menteri atau utusan khusus. Media asing menyoroti latar belakang Jokowi yang unik, perayaan yang semarak, maupun tantangan berat yang akan dihadapi Jokowi. Pasar bereaksi optimis, ditandai dengan menguatnya IHSG dan nilai tukar rupiah. Beberapa media maupun pengamat mengkritik pelaksanaan acara ini, mempertanyakan kelayakan mengadakan pesta perayaan, saat tugas Jokowi baru saja dimulai dan belum terbukti. Warga juga menyayangkan dampak negatif dari pesta yang diadakan di Monas terhadap fasilitas publik, diantaranya kerusakan fasilitas, sampah yang berserakan, dan penggunaan alkohol oleh penonton.
Selengkapnya

27 Oktober - Pelantikan Menteri Kabinet Jokowi

Presiden Joko Widodo akan melantik menteri Kabinet Kerja di Istana, Senin, 27 Oktober 2014. Sejumlah menteri telah tiba di Istana, antara lain Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu dan Menteri Hukum dan HAM Yasona Hamonangan Laoly. Mereka kompak mengenakan baju batik berwarna cokelat sogan. "Mereka memang disuruh menggunakan batik warna dasar cokelat tapi motifnya terserah," kata mantan Deputi Tim Transisi Andi Widjajanto di Kompleks Istana.

Selain Yasona dan Ryamizard, menteri yang sudah hadir adalah Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki H, Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup Siti Nurbaya, Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro, dan Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa. Para menteri ini datang diantar oleh keluarga. "Karena suami dan orang tua saya sudah meninggal, saya diantar empat orang anak," kata Khofifah.

Susunan kabinet yang akan membantu Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla resmi diumumkan Ahad sore, 26 Oktober 2014. Ada angin segar bagi keterwakilan perempuan dalam kabinet yang diberi nama Kabinet Kerja ini. Delapan perempuan menduduki jabatan menteri dan 26 pria. Jumlah ini lebih banyak daripada di Kabinet Indonesia Bersatu Jilid II yang hanya menempatkan empat menteri perempuan.

Salah satu nama perempuan yang menjadi menteri di kabinet ini adalah Susi Pudjiastuti sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan. Susi, kata Jokowi, memulai usahanya dari nol yakni melalui usaha perikanan. "Saya yakin dia memiliki terobosan di bidang kelautan dan perikanan," kata Jokowi di Istana Merdeka, Ahad, 26 Oktober 2014.(Baca:Pengepul Ikan Ini Jadi Menteri Kelautan)

Berikut adalah nama-nama menteri perempuan dalam Kabinet Kerja 2014-2019:

1. Menteri Kelautan dan Perikanan: Susi Pudjiastuti
2. Menteri Luar Negeri: Retno Lestari Priansari Marsudi
3. Menteri BUMN: Rini M. Soemarno
4. Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan: Siti Nurbaja
5. Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan: Puan Maharani
6. Menteri Kesehatan: Nila F. Moeloek
7. Menteri Sosial: Khofifah Indar Parawansa
8. Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak: Yohanan Yambise

Sedangkan di Kabinet Indonesia Bersatu Jilid II yang dipimpin Susuilo Bambang Yudhoyono selama 2009-2014, hanya ada empat nama perempuan sebagai menteri saat itu. Yaitu Nafsiah Mboi, sebagai Menteri Kesehatan, Armida Alisjahbana, sebagai Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional, Mari Elka Pangestu, menjabat Menteri Pariwisat dan Ekonomi Kreatif, dan Linda Gumelar, sebagai Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.
Selengkapnya

Pengumuman Menteri Kabinet Kerja Jokowi-JK

Presiden Joko Widodo akhirnya mengumumkan kabinet pemerintahannya (kabinet indonesia hebat) di Istana Presiden, Jakarta, Minggu, 26 Oktober 2014. Dalam kabinet yang dinamai Kabinet Kerja itu, ada 34 nama Menteri terpilih. Berikut ini susunan Kabinet Kerja (Kabinet Indonesia Hebat) Presiden Jokowi-Jusuf Kalla periode 2014-2019.

1. Menteri Sekretaris Negara: Pratikno
2. Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional dan Bappenas: Andrinof Chaniago
3. Menteri Koordinator Kemaritiman: Indroyono Soesilo
4. Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan: Tedjo Edy Purdjianto
5. Menteri Koordinator Perekonomian: Sofyan Djalil
6. Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan: Puan Maharani
7. Menteri Perhubungan: Ignatius Jonan
8. Menteri Kelautan dan Perikanan: Susi Pudjiastuti
9. Menteri Pariwisata: Arief Yahya
10. Menteri ESDM: Sudirman Said
11. Menteri Dalam Negeri: Tjahjo Kumolo
12. Menteri Luar Negeri: Retno Lestari Priansari Marsudi
13. Menteri Pertahanan: Ryamizard Ryacudu
14. Menteri Hukum dan HAM: Yasonna H. Laoly
15. Menteri Kominfo: Rudiantara
16. Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi: Yuddy Chrisnandi
17. Menteri Keuangan: Bambang Brodjonegoro
18. Menteri Negara BUMN: Rini M. Soemarno
19. Menteri Koperasi dan UMKM: A.A. Gusti Ngurah Puspayoga
20. Menteri Perindustrian: Saleh Husin
21. Menteri Perdagangan: Rahmat Gobel
22: Menteri Pertanian: Amran Sulaiman
23. Menteri Ketenagakerjaan: Hanif Dhakiri
24. Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat: Basuki Hadimuljono
25. Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup: Siti Nurbaja
26. Menteri Agraria dan Tata Ruang: Ferry Musyidan Baldan
27. Menteri Agama: Lukman Hakim Saifudin
28. Menteri Kesehatan: Nila F. Moeloek
29. Menteri Sosial: Khofifah Indar Parawansa
30. Menteri Peranan Wanita: Yohanan Yambise
31. Menteri Kebudayaan dan Pendidikan Dasar dan Menengah: Anies Baswedan
32. Menteri Riset dan Teknologi dan Pendidikan Tinggi: Muhammad Nasir
33. Menteri Pemuda dan Olahraga: Imam Nahrawi
34. Menteri Pembangunan Desa Tertinggal dan Transmigrasi: Marwan Ja'far

#Untuk Biografi Lengkapnya, lihat disini : Biografi Lengkap Menteri Kabinet Kerja Presiden Jokowi
Selengkapnya

Idul Adha 2014 - Sejarah Qurban / Kurban

Logo Idul Adha - Kurban adalah salah satu ibadah yang disyariatkan dalam Islam. Ajaran ini merupakan ibadah yang pernah dijalankan Nabi Ibrahim AS saat akan menyembelih putranya, Ismail, sebelum diganti dengan seekor kibas (domba) oleh Allah SWT. Ibadah kurban sesungguhnya merupakan bentuk kepasrahan seorang hamba kepada Allah untuk mendekatkan diri kepada-Nya. Kata kurban berasal dari bahasa Arab, yakni Qaraba dengan bentuk isim mashdar ‘qurbanan’, yang berarti dekat. Karena itu, tujuan berkurban adalah untuk mendekatkan diri kepada Allah (taqarrub ilallah). Secara istilah, sebagaimana disebutkan dalam “Ensiklopedi Tematis Dunia Islam bab Ajaran”, kurban adalah penyembelihan hewan dalam rangka ibadah kepada Allah SWT. Perintah untuk berkurban ini telah digariskan oleh Allah SWT dalam Alquran Surah Al-Kautsar [108] ayat 1-2. “Sesungguhnya Kami telah memberikan nikmat yang banyak. Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu dan berkurbanlah.” Namun, bila mencermati perintah Allah tentang disyariatkannya ibadah kurban ini sesungguhnya seluruh Nabi dan Rasul Allah telah melaksanakan perintah ini. Lihat Surah Al-Hajj [22] ayat 34. “Bagi tiap-tiap umat telah Kami syariatkan penyembelihan (kurban) supaya mereka menyebut nama Allah terhadap binatang ternak yang telah direzekikan Allah kepada mereka. Tuhanmu ialah Tuhan Yang Mahaesa. Karena itu, berserah dirilah kamu kepada-Nya dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang tunduk patuh (kepada Allah).” Dalam Alquran dijelaskan, selain bentuk pendekatan diri kepada Allah dan syukur atas karunia yang diberikan-Nya, kurban adalah bentuk ketakwaan seorang Muslim dan melaksanakan segala perintah Allah. “Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai (keridhaan) Allah, tetapi ketakwaan dari kamulah yang dapat mencapainya. Demikianlah, Allah telah menundukkannya untuk kamu supaya kamu mengagungkan Allah terhadap hidayah-Nya kepadamu. Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang berbuat baik.” (QS Al-Hajj [22]: 37). Kurban zaman Nabi Adam AS - Dalam sejarahnya, ibadah kurban telah dipraktikkan sejak zaman Nabi Adam AS. Dalam berbagai buku sejarah, termasuk karya KHE Abdurrahman, “Hukum Kurban, Akikah dan Sembelihan”, disebutkan bahwa kurban pertama kali di dunia dilakukan oleh dua anak Adam, yakni Habil dan Qabil. Sebagaimana dikisahkan dalam berbagai buku sejarah Islam, kedua anak Adam ini diperintahkan oleh Allah untuk berkurban sebagai syarat utama untuk menikahi saudara kembar Qabil yang bernama Iklima. Adapun saudara Habil bernama Labuda. Adam memerintahkan kepada anak-anaknya untuk menikah secara bersilang. Misalnya, Habil menikah dengan Iklima dan Qabil menikahi Labuda. Perintah Adam ini ditolak oleh Qabil dengan alasan ia lebih mencintai Iklima, yang lebih cantik dibandingkan saudara Habil, Labuda. Untuk itulah, Allah memerintahkan Nabi Adam AS untuk menguji kedua anaknya itu dalam memberikan persembahan terbaik dari hasil usaha mereka kepada Allah, Tuhan Maha Pencipta. Qabil memberikan persembahan berupa hasil perkebunannya, sedangkan Habil mempersembahkan hewan ternak. Qabil memberikan hasil kebun yang kurang baik, sedangkan Habil memberikan hewan ternak yang gemuk. Qabil mewakili kelompok petani, dan Habil mewakili peternak. Dalam beberapa riwayat disebutkan, pada zaman Nabi Adam sudah diperintahkan untuk mengeluarkan sebagian harta yang dimiliki untuk dikurbankan. Sebagai petani, Qabil mengeluarkan kurbannya dari hasil pertaniannya, yakni berupa sayur-mayur dan buah-buahan. Sebagai peternak, Habil mengeluarkan hewan-hewan peliharaannya untuk kurban. Karena ketulusan dan keikhlasan yang diberikan Habil, persembahannya diterima oleh Allah, sedangkan persembahan Qabil ditolak. Harta yang dikurbankan itu disimpan di suatu tempat di Padang Arafah, yang sekarang menjadi napak tilas bagi para jamaah haji. Sebagai tanda diterimanya kurban itu ialah dengan datangnya api dari langit lalu membakarnya. Dan ternyata api menyambar hewan kurbannya Habil. Melihat hal demikian, Qabil menaruh dendam kepada Habil. Ia pun marah dan membunuh saudaranya itu. Peristiwa kurban yang dilakukan oleh kedua anak Nabi Adam ini telah dijelaskan Allah SWT dalam Alquran Surah Al-Maidah [5] ayat 27, “Ceritakanlah kepada mereka kisah tentang dua anak Adam (Habil dan Qabil) dengan benar tatkala mereka (masing-masing) berkurban satu kurban, lalu diterima dari seorang di antara mereka berdua (Habil) dan tidak diterima dari yang lainnya (Qabil). Ia berkata (Qabil), ‘Aku pasti membunuhmu!’ Berkata Habil, ‘Sesungguhnya Allah hanya menerima (kurban) dari orang-orang yang bertakwa.” - Republika
Selengkapnya