Hari Kartini   Ramadhan

blogger counters


26 Januari - Peringatan Hari Australia Day

26 Januari - Peringatan Australia DayHari Australia (bahasa Inggris: Australia Day) ialah hari kebangsaan resmi di Australia. Hari Australia memperingari tibanya Armada Pertama di Sydney pada tahun 1788. Hari Australia diperingati pada tanggal 26 Januari dan dapat dibandingkan dengan Hari Kanada di Kanada. Suku-suku Aborigin menentang perayaan Hari Australia, dan menyebutnya sebagai Hari Penjajahan (bahasa Inggris: Invasion Day), karena memandangnya sebagai peringatan penghancuran budaya setempat. Di Australia, Hari Australia merupakan hari libur.

Sejarah - Pada tanggal 26 Januari 1788, Kapten Arthur Phillip mengklaim secara resmi koloni New South Wales di bawah Britania Raya. Sejak tahun 1808, hari itu telah diperingati sebagai hari raya. Pada tahun 1818 (hari peingatan 30 tahun pendaratan), para pegawai negeri menerima libur pertama dari perayaan tersebut. Dengan cepat tradisi tersebut diikuti oleh bank dan lembaga umum lainnya.

Pada tahun 1888, semua ibukota negara bagian di Australia (selain Adelaide) memperingati Hari Australia. Sejak tahun 1935, Hari Australia diperingati di seluruh negara bagian. pemerintah Persemakmuran dan negara memutuskan pada tahun 1946 untuk menyeragamkan dan kemudian hari tersebut diperingati sebagai Hari Australia di seluruh negeri pada hari Senin yang paling dekat dengan 26 Januari. Pada tahun 1994, hari tersebut menjadi hari raya umum resmi di seluruh negeri.

Australia Day is the official national day of Australia. Celebrated annually on 26 January, it marks the anniversary of the 1788 arrival of the First Fleet of British Ships at Port Jackson, New South Wales, and raising of the Flag of Great Britain at that site by Governor Arthur Phillip. In contemporary Australia, celebrations reflect the diverse society and landscape of the nation, and are marked by community and family events, reflections on Australian history, official community awards, and citizenship ceremonies welcoming new immigrants into the Australian community.

The meaning and significance of Australia Day has evolved over time. Unofficially, or historically, the date has also been variously named "Anniversary Day", "Invasion Day", "Foundation Day", and "ANA Day".[3] 26 January 1788 marked the proclamation of British sovereignty over the eastern seaboard of Australia (then known as New Holland).[4] Although it was not known as Australia Day until over a century later, records of celebrations on 26 January date back to 1808, with the first official celebration of the formation of New South Wales held in 1818.

On New Years Day 1901, the British colonies of Australia formed a Federation, marking the birth of modern Australia. A national day of unity and celebration was looked for. It was not until 1935 that all Australian states and territories had adopted use of the term "Australia Day" to mark the date, and not until 1994 that the date was consistently marked by a public holiday on that day by all states and territories.

In contemporary Australia, the holiday is marked by the presentation of the Australian of the Year Awards on Australia Day Eve, announcement of the Australia Day Honours list and addresses from the Governor-General and Prime Minister. It is an official public holiday in every state and territory of Australia, unless it falls on a weekend in which case the following Monday becomes a public holiday instead. With community festivals, concerts and citizenship ceremonies, the day is celebrated in large and small communities and cities around the nation. Australia Day has become the biggest annual civic event in Australia.
Selengkapnya

Sejarah Awal Peringatan Maulid Nabi Muhammad

Sejarah Awal dan Kontroversi Peringatan Maulid Nabi MuhammadMaulid Nabi Muhammad SAW kadang-kadang Maulid Nabi atau Maulud saja (bahasa Arab: مولد النبي‎, mawlid an-nabī), adalah peringatan hari lahir Nabi Muhammad SAW, yang di Indonesia perayaannya jatuh pada setiap tanggal 12 Rabiul Awal dalam penanggalan Hijriyah. Kata maulid atau milad dalam bahasa Arab berarti hari lahir. Perayaan Maulid Nabi merupakan tradisi yang berkembang di masyarakat Islam jauh setelah Nabi Muhammad SAW wafat. Secara subtansi, peringatan ini adalah ekspresi kegembiraan dan penghormatan kepada Nabi Muhammad. Masyarakat Muslim di Indonesia umumnya menyambut Maulid Nabi dengan mengadakan perayaan-perayaan keagamaan seperti pembacaan shalawat nabi, pembacaan syair Barzanji dan pengajian. Menurut penanggalan Jawa, bulan Rabiul Awal disebut bulan Mulud, dan acara Muludan juga dirayakan dengan perayaan dan permainan gamelan Sekaten.

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW merupakan tradisi yang sudah kental dan memasyarakat di kalangan kaum muslim. Bukan cuma di Indonesia, tradisi yang jatuh setiap tanggal 12 Rabiul Awal dalam Hijriah itu, juga marak diperingati oleh umat Islam berbagai dunia. Di Indonesia, tradisi ini disahkan oleh negara, sehingga pada hari tersebut dijadikan sebagai hari besar dan hari libur nasional. Imam As-Suyuthi dalam kitab Husn Al-Maqosid fi Amal Al-Maulid menerangkan bahwa orang yang pertama kali menyelenggarakan maulid Nabi adalah Malik Mudzofah Ibnu Batati, penguasa dari negeri Ibbril yang terkenal loyal dan berdedikasi tinggi. Mudzorofah pernah menghadiahkan sepuluh ribu dinar kepada Syekh Abu Al-Khatib Ibnu Dihyah yang telah berhasil menyusun sebuah buku riwayat hidup dan risalah Rasulullah dengan judul At-Tanwir fi Maulid Al-Basyir Al-Nazir. Pada masa Abbasiyah, sekitar abad kedua belas masehi, perayaan maulid Nabi dilaksanakan secara resmi yang dibiayai dan difasilitasi oleh khalifah dengan mengundang penguasa lokal. Acara itu diisi dengan puji-pujian dan uraian maulid Nabi, serta dilangsungkan dengan pawai akbar mengelilingi kota diiringi pasukan berkuda dan angkatan bersenjata.

Peringatan Maulid Nabi pertama kali dilakukan oleh Raja Irbil (wilayah Irak sekarang), bernama Muzhaffaruddin Al-Kaukabri, pada awal abad ke 7 Hijriyah. Ibn Katsir dalam kitab Tarikh berkata: Sultan Muzhaffar mengadakan peringatan Maulid Nabi pada bulan Rabi'ul Awal. Beliau merayakannya secara besar-besaran. Beliau adalah seorang yang berani, pahlawan, alim dan seorang yang adil – semoga Allah merahmatinya. Dijelaskan oleh Sibth (cucu) Ibn Al-Jauzi bahwa dalam peringatan tersebut, Sultan Al-Muzhaffar mengundang seluruh rakyatnya dan seluruh ulama dari berbagai disiplin ilmu, baik ulama dalam bidang ilmu Fiqh, ulama Hadits, ulama dalam bidang ilmu kalam, ulama usul, para ahli tasawuf, dan lainnya. Sejak tiga hari, sebelum hari pelaksanaan Maulid Nabi, beliau telah melakukan berbagai persiapan. Ribuan kambing dan unta disembelih untuk hidangan para hadirin yang akan hadir dalam perayaan Maulid Nabi tersebut. Segenap para ulama saat itu membenarkan dan menyetujui apa yang dilakukan oleh Sultan Al-Muzhaffar tersebut. Mereka semua berpandangan dan menganggap baik perayaan Maulid Nabi yang digelar untuk pertama kalinya itu.

Ibn Khallikan dalam kitab Wafayat Al-A`yan menceritakan bahwa Al-Imam Al-Hafizh Ibn Dihyah datang dari Maroko menuju Syam dan seterusnya ke Irak. Ketika melintasi daerah Irbil pada tahun 604 Hijriah, beliau mendapati Sultan Al-Muzhaffar, raja Irbil tersebut sangat besar perhatiannya terhadap perayaan Maulid Nabi. Oleh karena itu, Al-Hafzih Ibn Dihyah kemudian menulis sebuah buku tentang Maulid Nabi yang diberi judul “Al-Tanwir Fi Maulid Al-Basyir An-Nadzir”. Karya ini kemudian beliau hadiahkan kepada Sultan Al-Muzhaffar.

Para ulama, semenjak zaman Sultan Al-Muzhaffar dan zaman selepasnya hingga sampai sekarang ini menganggap bahwa perayaan Maulid Nabi adalah sesuatu yang baik. Para ulama terkemuka dan Huffazh Al-Hadits telah menyatakan demikian. Di antara mereka seperti Al-Hafizh Ibn Dihyah (abad 7 H), Al-Hafizh Al-Iraqi (w. 806 H), Al-Hafizh As-Suyuthi (w. 911 H), Al-Hafizh Al-Sakhawi (w. 902 H), SyeIkh Ibn Hajar Al-Haitami (w. 974 H), Al-Imam Al-Nawawi (w. 676 H), Al-Imam Al-Izz ibn Abd Al-Salam (w. 660 H), mantan mufti Mesir yaitu Syeikh Muhammad Bakhit Al-Muthi’i (w. 1354 H), mantan Mufti Beirut Lubnan yaitu Syeikh Mushthafa Naja (w. 1351 H), dan terdapat banyak lagi para ulama besar yang lainnya. Bahkan Al-Imam Al-Suyuthi menulis karya khusus tentang Maulid yang berjudul “Husn Al-Maqsid Fi Amal Al-Maulid”. Karena itu perayaan Maulid Nabi, yang biasa dirayakan pada bulan Rabiul Awal menjadi tradisi umat Islam di seluruh dunia, dari masa ke masa dan dalam setiap generasi ke generasi.

Para ahli sejarah, seperti Ibn Khallikan, Sibth Ibn Al-Jauzi, Ibn Kathir, Al-Hafizh Al-Sakhawi, Al-Hafizh Al-Suyuthi dan lainnya telah sepakat menyatakan bahwa orang yang pertama kali mengadakan peringatan maulid adalah Sultan Al-Muzhaffar. Namun juga terdapat pihak lain yang mengatakan bahwa Sultan Salahuddin Al-Ayyubi adalah orang yang pertama kali mengadakan Maulid Nabi. Sultan Salahuddin pada kala itu membuat perayaan Maulid dengan tujuan membangkitkan semangat umat islam yang telah padam untuk kembali berjihad dalam membela islam pada masa Perang Salib. Ahmad bin ‘Abdul Halim Al Haroni rahimahullah mengatakan, “Sholahuddin-lah yang menaklukkan Mesir. Beliau menghapus dakwah ‘Ubaidiyyun yang menganut aliran Qoromithoh Bathiniyyah (aliran yang jelas sesatnya, pen). Shalahuddin-lah yang menghidupkan syari’at Islam di kala itu.”

Dalam perkataan lainnya, Ahmad bin ‘Abdul Halim Al Haroni rahimahullah mengatakan, “Negeri Mesir kemudian ditaklukkan oleh raja yang berpegang teguh dengan Sunnah yaitu Shalahuddin. Beliau yang menampakkan ajaran Nabi yang shahih di kala itu, berseberangan dengan ajaran Rafidhah (Syi’ah). Di masa beliau, akhirnya ilmu dan ajaran Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam semakin terbesar luas.” Sumber lain mengatakan perayaan Maulid yang sebenarnya diprakarsai oleh Dinasti Fatimiyyun sebagaimana dinyatakan oleh banyak ahli sejarah. Berikut perkataan ahli sejarah mengenai Maulid Nabi.

Al Maqriziy, seorang pakar sejarah mengatakan, “Para khalifah Fatimiyyun memiliki banyak perayaan sepanjang tahun. Ada perayaan tahun baru, hari ‘Asyura, maulid (hari kelahiran) Nabi, maulid Ali bin Abi Thalib, maulid Hasan dan Husain, maulid Fatimah az-Zahra, maulid khalifah yang sedang berkuasa, perayaan malam pertama bulan Rajab, perayaan malam pertengahan bulan Rajab, perayaan malam pertama bulan Sya’ban, perayaan malam pertengahan bulan Rajab, perayaan malam pertama bulan Ramadhan, perayaan malam penutup Ramadhan, perayaan ‘Idul Fithri, perayaan ‘Idul Adha, perayaan ‘Idul Ghadir, perayaan musim dingin dan musim panas, perayaan malam Al Kholij, hari Nauruz (Tahun Baru Persia), hari Al Ghottos, hari Milad (Natal), hari Al Khomisul ‘Adas (3 hari sebelum paskah), dan hari Rukubaat.”

Asy Syaikh Bakhit Al Muti’iy, mufti negeri Mesir dalam kitabnya mengatakan bahwa yang pertama kali mengadakan enam perayaan maulid yaitu: perayaan Maulid (hari kelahiran) Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, maulid ‘Ali, maulid Fatimah, maulid Al Hasan, maulid Al Husain –radhiyallahu ‘anhum- dan maulid khalifah yang berkuasa saat itu yaitu Al Mu’izh Lidinillah (keturunan ‘Ubaidillah dari dinasti Fatimiyyun) pada tahun 362 H. Begitu pula Asy Syaikh ‘Ali Mahfuzh dalam kitabnya Al Ibda’ fi Madhoril Ibtida’ (hal. 251) dan Al Ustadz ‘Ali Fikriy dalam Al Muhadhorot Al Fikriyah (hal. 84) juga mengatakan bahwa yang mengadakan perayaan Maulid pertama kali adalah ‘Ubaidiyyun (Fatimiyyun).

Selengkapnya

Tanggal 1 Januari - Selamat Tahun Baru 2015

Tanggal 1 Januari - Selamat Tahun Baru 20151 Januari adalah hari pertama dalam kalender Gregorian maupun kalender Julian. Dalam mitologi Romawi Kuno, dikenal seorang dewa berwajah dua. Satu menghadap ke depan dan satunya ke belakang. Untuk menentukan mana yang depan atau belakang, ditandai dengan wajah yang menghadap depan selalu tersenyum dan optimis, sedangkan yang menghadap ke belakang selalu terlihat muram dan sedih. Dewa itu bernama Yanus, yang bisa pula berarti pintu, gerbang, gapura atau lorong masuk.

Itulah mengapa bulan pertama setiap tahun dinamakan dengan bulan Januari, Ianuarius Mensis (Latin, bulan Januari) dan bulan ini bisa dikatakan berwajah dua. Wajah yang satu menghadap ke tahun sebelumnya dan lainnya ke tahun berjalan.

Dewa Yanus dikatakan bermuka dua, namun bermuka dua dalam konteks waktu yang dapat dijalankan. Setiap awal tahun kita biasanya memiliki resolusi tahun baru yang didapatkan dari dualisme masa yaitu masa lampau dan masa mendatang (dengan berpijak dari masa lampau, kita akan meraih masa depan) dan mengisi waktu diantaranya.

Januari (dalam bahasa Latin, Ianuarius) dinamai Yanus, dewa pintu; nama ini bermula pada Mitologi romawi, berasal dari bahasa Latin untuk pintu (ianua) sejak Januari adalah pintu dari tahun ke tahun.

Secara tradisional, Kalender Romawi asli terdiri dari 10 bulan yang berjumlah 304 hari, musim dingin yang dianggap sebagai periode bulanan. Sekitar 713 SM, penerus sebagian mitos Romulus, Raja Numa Pompilius, seharusnya telah menambahkan bulan Januari dan Februari, memungkinkan penanggalan tersebut sama dengan tahun lunar standar (354 hari). Meskipun Maret awalnya merupakan bulan pertama dalam kalender Romawi kuno, Januari menjadi bulan pertama kalender tahunan dengan salah satu Numa atau Decemvirs sekitar 450 SM (perbedaan Penulis Romawi). Sebaliknya, pada tahun-tahun tertentu yang berkaitan dengan tanggal diidentifikasi dengan penamaan dua konsul, yang masuk kantor pada tanggal 1 Mei dan 15 Maret sampai 153 SM, ketika mereka mulai masuk kantor pada tanggal 1 Januari.

Beragam tanggal perayaan orang Kristen digunakan untuk Tahun Baru di Eropa selama Abad Pertengahan, termasuk tanggal 25 Maret dan 25 Desember. Namun, kalender abad pertengahan masih ditampilkan dengan cara Romawi dari dua belas kolom dari Januari sampai Desember. Dimulai pada abad ke-16, Negara-negara di Eropa mulai resmi membuat 1 Januari sebagai awal Tahun Baru atau yang kadang sering disebut Gaya Penyunatan karena ini adalah tanggal Pesta Sunat, yang menjadi hari ketujuh setelah 25 Desember.

Nama sejarah untuk Januari mencakup sebutan bahasa Romawi aslinya, Ianuarius, Saxon istilah Wulf monath (yang berarti serigala bulan) dan Charlemagne sebutan Wintarmanoth (musim dingin / bulan dingin). Pada Slovenia, secara tradisional disebut prosinec. Nama ini, terkait dengan makanan millet dan tindakan meminta sesuatu, ertama kali ditulis dalam pada tahun 1466 di naskah Škofja Loka.[1]

Menurut Theodor Mommsen (The History of Rome, jilid 4, The Revolution, ISBN 1-4353-4597-5, halaman 4), 1 Januari menjadi hari pertama tahun ini di 600 AUC dari kalender Romawi (153 SM), akibat bencana di Lusitanian War. Seorang kepala Lusitanian disebut Punicus menyerbu wilayah Romawi, mengalahkan dua gubernur Romawi, dan membunuh pasukan mereka. Bangsa Romawi memutuskan untuk mengirim konsul ke Spanyol, dan untuk mempercepat pengiriman bantuan, "mereka bahkan membuat konsul baru masuk di kantor dua bulan setengah sebelum waktu hukum" (15 Maret).
Selengkapnya

22 Desember 2014 - Ucapan Selamat Hari Ibu

22 Desember 2014 - Ucapan Selamat Hari IbuHari Ibu adalah hari peringatan atau perayaan terhadap peran seorang ibu dalam keluarganya, baik untuk suami, anak-anak, maupun lingkungan sosialnya. Peringatan dan perayaan biasanya dilakukan dengan membebastugaskankan ibu dari tugas domestik yang sehari-hari dianggap merupakan kewajibannya, seperti memasak, merawat anak, dan urusan rumah tangga lainnya.

Di Indonesia hari ini dirayakan pada tanggal 22 Desember dan ditetapkan sebagai perayaan nasional. Sementara di Amerika dan lebih dari 75 negara lain, seperti Australia, Kanada, Jerman, Italia, Jepang, Belanda, Malaysia, Singapura, Taiwan, dan Hong Kong, Hari Ibu atau Mother's Day (dalam bahasa Inggris) dirayakan pada hari Minggu di pekan kedua bulan Mei. Di beberapa negara Eropa dan Timur Tengah, Hari Perempuan Internasional atau International Women's Day diperingati setiap tanggal 8 Maret.

Hari Ibu di Indonesia dirayakan secara nasional pada tanggal 22 Desember. Tanggal ini diresmikan oleh Presiden Soekarno di bawah Dekrit Presiden No. 316 thn. 1953, pada ulang tahun ke-25 Kongres Perempuan Indonesia 1928. Tanggal tersebut dipilih untuk merayakan semangat wanita Indonesia dan untuk meningkatkan kesadaran berbangsa dan bernegara. Kini, arti Hari Ibu telah banyak berubah, dimana hari tersebut kini diperingati dengan menyatakan rasa cinta terhadap kaum ibu. Orang-orang saling bertukar hadiah dan menyelenggarakan berbagai acara dan kompetisi, seperti lomba memasak dan memakai kebaya.

Hari Ibu di Indonesia dirayakan pada ulang tahun hari pembukaan Kongres Perempuan Indonesia yang pertama, yang digelar dari 22 hingga 25 Desember 1928. Kongres ini diselenggarakan di sbeuah gedung bernama Dalem Jayadipuran, yang kini merupaakan kantor Balai Pelestarian Sejarah dan Nilai Tradisional di Jl. Brigjen Katamso, Yogyakarta. Kongres ini dihadiri sekitar 30 organisasi wanita dari 12 kota di Jawa dan Sumatera. Di Indonesia, organisasi wanita telah ada sejak 1912, terinspirasi oleh pahlawan-pahlawan wanita Indonesia di abad ke-19 seperti Kartini, Martha Christina Tiahahu, Cut Nyak Meutia, Maria Walanda Maramis, Dewi Sartika, Nyai Ahmad Dahlan, Rasuna Said, dan sebagainya. Kongres dimaksudkan untuk meningkatkan hak-hak perempuan di bidang pendidikan dan pernikahan.

Indonesia juga merayakan Hari Kartini pada 21 April, untuk mengenang aktivis wanita Raden Ajeng Kartini. Ini merupakan perayaan terhadap emansipasi perempuan. Peringatan tanggal ini diresmikan pada Kongres Perempuan Indonesia 1938. Pada saat Presiden Soekarno menetapkan Kartini sebagai pahlawan nasional emansipasi wanita dan hari lahir Kartini sebagai memperingati hari emansipasi wanita nasional. Tetapi banyak warga Indonesia yang memprotes dengan berbagai alasan diantaranya Kartini hanya berjuang di Jepara dan Rembang, Kartini lebih pro Belanda dari pada tokoh wanita seperti Cut Nyak Dien, dll.

Karena Soekarno sudah terlanjur menetapkan Hari Kartini maka Soekarno berpikir bagaimana cara memperingati pahlawan wanita selain Kartini seperti Martha Christina Tiahahu, Cut Nyak Meutia, Maria Walanda Maramis, Dewi Sartika, Nyai Ahmad Dahlan, Rasuna Said, dll. Akhirnya Soekarno memutuskan membuat Hari Ibu Nasional sebagai hari mengenang pahlawan wanita alias pahlawan kaum ibu-ibu dan seluruh warga Indonesia menyetujuinya.
Selengkapnya

Jeremiah Horrocks - Observasi Transit Venus

Jeremiah Horrocks - Observasi Transit VenusTransit Venus melintasi Matahari terjadi ketika planet Venus melintas di antara Matahari dan Bumi (atau planet lain), membuatnya terlihat di atas keping surya. Dalam sebuah transit, Venus dapat terlihat dari Bumi sebagai titik hitam yang bergerak melintasi permukaan Matahari. Transit ini mirip dengan peristiwa gerhana matahari oleh Bulan. Walaupun diameter asli Venus tiga kali lebih besar dari Moon, diameter angular Venus tampak lebih kecil, dan tampak melintas dengan kecepatan yang lebih pelan, dikarenakan Venus memiliki jarak yang lebih jauh dari Bumi. Durasi transit seperti ini umumnya diukur dalam jam (transit tahun 2012 berlangsung selama 6 jam 40 menit).

Jeremiah Horrocks atau Horrox (Toxteth, Liverpool, 1618 - idem, 3 Januari 1641) adalah seorang astronom Inggris yang dikenal akan pengamatan transit Venus. Ayah Horrocks adalah petani kecil, sementara pamannya adalah pembuat jam. Hidup Horrocks selalu diliputi kemiskinan. Ia bergabung dengan Emmanuel College pada tanggal 11 Mei 1632 dan diuji sebagai sizar di Universitas Cambridge pada tanggal 5 Juli 1632, namun keluar 3 tahun kemudian. Di Cambridge, Horrocks menggemari karya-karya Johannes Kepler, Tycho Brahe, dll. Horrocks merasa yakin bahwa tabel Lansberge tidak akurat ketika Kepler memperkirakan transit Venus pada tahun 1639 yang hampir keliru.

Dari posisinya di Much Hoole, Horrocks menghitung bahwa transit itu bermula sekitar pukul 15.00 pada tanggal 24 November 1639 (menurut kalender Julian dan 4 Desember menurut kalender Gregorian). Cuaca hari itu berawan, namun ia pertama kali mengamati bayangan hitam kecil Venus (sekitar 60") melintasi matahari sekitar pukul 15.15 pm. Observasi juga dilakukan oleh sahabatnya William Crabtree dari kedudukannya di Broughton, Greater Manchester. Horrocks juga mencurahkan energi untuk menentukan orbit Bulan. Dengan benar ia memperkirakan bahwa orbit Bulan tidak bundar melainkan elips dan ia mendahului Isaac Newton dalam memperkirakan pengaruh Bumi dan matahari atas orbit itu. Ia juga mempelajari pasang laut untuk mencoba menjelaskan pengaruh Bulan pada air pasang. Horrocks kadang-kadang kembali ke Toxteth pada musim panas tahun 1640 dan meninggal mendadak akibat suatu hal yang tak diketahui.

Transits Venus tergolong salah satu fenomena astronomi terprediksi yang paling langka.[1] Fenomena ini berlangsung dalam sebuah pola yang secara umum berulang setiap 243 tahun, dengan sepasang transit delapan tahunan dipisahkan dengan rentang panjang 121,5 tahun dan 105,5 tahun. Kecenderungan waktu tersebut adalah refleksi dari fakta bahwa perbandingan proporsi rasional periode orbit Bumi dan Venus mendekati 8:13 dan 243:395.[2][3]

Transit Venus memiliki peran sangat penting bagi ilmu pengetahuan secara historikal. Dahulu, Transit Venus berhasil digunakan untuk memperoleh perkiraan ukuran realistis Tata Surya. Pengamatan pada transit tahun 1639, dikombinasikan dengan prinsip paralaks, memberikan perkiraan jarak antara Matahari dengan Bumi yang lebih akurat dari data lain pada saat itu. Transit tahun 2012 sendiri memberikan ilmuwan berbagai kesempatan riset lain, terutamanya dalam perbaikan teknik yang digunakan untuk pengamatan planet luar.

Transit Venus terakhir yang terjadi adalah pada 5 dan 6 Juni 2012. Transit tersebut adalah transit Venus terakhir dalam abad 21, setelah transit sebelumnya terjadi pada 8 Juni 2004. Pasangan transit Venus sebalumnya terjadi pada Desember 1874 dan Desember 1882, sementara transit Venus berikutnya akan terjadi pada Desember 2117 dan Desember 2125.[
Selengkapnya

Misteri Balok Tjipetir Sukabumi di Kapal Titanic

Misteri Tjipetir Sukabumi di Kapal TitanicBeredar spekulasi bahwa kotak gutta-percha tersebut berasal dari puing Kapal Titanic yang karam Minggu malam 14 April 1912. "Sebuah media Prancis memuat artikel soal itu dan melaporkan bahwa Titanic membawa muatan gutta-percha," kata Williams.

"Aku mengecek data manifes kapal. Memang kapal itu membawa gutta-percha dan karet," tambah dia seperti Liputan6.com kutip dari BBC, Selasa (2/12/2014). Namun, tak ada kaitannya dengan Tjipetir. "Selebihnya (soal kaitan Tjipetir dengan Titanic) lebih merupakan spekulasi media."

Kemudian, pada tahun 2013, titik terang ditemukan. Williams mengontak dua orang secara terpisah, dan keduanya menunjuk pada satu kapal yang sama: Miyazaki Maru.

Kapal kargo milik Jepang tersebut diketahui tenggelam selama masa Perang Dunia I. Dan bahtera itu memang membawa kotak-kotak kenyal bertuliskan Tjipetir.

Miyazaki Maru tenggelam sekitar 241,5 kilometer bagian barat Kepulauan Scilly pada 31 Mei 1917 dalam pelayaran dari Yokohama ke London. Kapal selam U-88 Jerman bertanggung jawab atas tragedi yang menewaskan 8 orang itu.

Saat Miyazaki Maru tenggelam, muatannya termasuk getah perca tumpah ke lautan. "Dua sumberku mengatakan, dari kapal itu lah benda-benda misterius itu berasal. Aku mendapatkan bukti yang mendukung teori itu," kata Williams.

Lembaga pemerintah Inggris, Receiver of Wreck juga berpendapat senada. Alison Kentuck, pejabat yang bertugas mendata kapal-kapal karam di wilayah Inggris Raya menyebut, dugaan kuat kotak-kotak getah perca itu berasal dari Miyazaki Maru. "Meski belum terkonfirmasi, Miyazaki Maru adalah 'tersangka utama' dari mana balok misterius itu berasal."

Miyazaki Maru ditenggelamkan kapal selam Jerman U-88 yang dikomandani Walther Schwieger.

Orang yang sama bertanggung jawab atas Unterseeboot Jerman lainnya, yang pada Mei 1915 juga menenggelamkan RMS Lusitania -- sebuah kapal yang membawa 1.924 penumpang dari New York menuju Liverpool. Sebanyak 1.100 orang tewas kala itu, termasuk lebih dari 100 warga Amerika Serikat. Sebuah tragedi yang diyakini menyeret AS dalam perang.

Ahli kelautan Curtis Ebbesmeyer mengatakan, balok Tjipetir bisa jadi terapung di lautan selama berabad-abad. "Perlu waktu 25 tahun bagi sebuah benda mengapung untuk mengelilingi dunia. Dan Tjipetir itu mungkin sudah 3 kali mengelilingi Bumi," klata dia.

Temuan balok Tjipetir sudah dilaporkan sejak 30 tahun lalu. Seorang nelayan menggunakannya sebagai talenan untuk memotong ikan hasil tangkapan.

Williams menambahkan, ada kemungkinan balok Tjipetir dibawa oleh lebih dari satu kapal. "Mungkin ada yang berasal dari bangkai kapal yang karam di masa Perang Dunia I. Dan bisa jadi ada yang berasal dari Titanic. Entahlah..." (liputan6)
Selengkapnya

1 Desember 1988 - Sejarah Hari AIDS Sedunia

1 Desember - Hari AIDS SeduniaHari AIDS Sedunia yang jatuh pada tanggal 1 Desember diperingati untuk menumbuhkan kesadaran terhadap wabah AIDS di seluruh dunia yang disebabkan oleh penyebaran virus HIV. Konsep ini digagas pada Pertemuan Menteri Kesehatan Sedunia mengenai Program-program untuk Pencegahan AIDS pada tahun 1988. Sejak saat itu, ia mulai diperingati oleh pihak pemerintah, organisasi internasional dan yayasan amal di seluruh dunia.

AIDS atau Acquired Immunodeficiency Syndrome atau Acquired Immune Deficiency Syndrome adalah sekumpulan gejala dan infeksi (atau: sindrom) yang timbul karena rusaknya sistem kekebalan tubuh manusia akibat infeksi virus HIV; atau infeksi virus-virus lain yang mirip yang menyerang spesies lainnya (SIV, FIV, dan lain-lain). Virusnya sendiri bernama HIV atau Human Immunodeficiency Virus yaitu virus yang memperlemah kekebalan pada tubuh manusia. Orang yang terkena virus ini akan menjadi rentan terhadap infeksi oportunistik ataupun mudah terkena tumor. Meskipun penanganan yang telah ada dapat memperlambat laju perkembangan virus, namun penyakit ini belum benar-benar bisa disembuhkan.

Hari AIDS Sedunia pertama kali dicetuskan pada Agustus 1987 oleh James W. Bunn dan Thomas Netter, dua pejabat informasi masyarakat untuk Program AIDS Global di Organisasi Kesehatan Sedunia di Geneva, Swiss. Bunn dan Netter menyampaikan ide mereka kepada Dr. Jonathan Mann, Direktur Pgoram AIDS Global (kini dikenal sebagai UNAIDS). Dr. Mann menyukai konsepnya, menyetujuinya, dan sepakat dengan rekomendasi bahwa peringatan pertama Hari AIDS Sedunia akan diselenggarakan pada 1 Desember 1988.

Bunn menyarankan tanggal 1 Desember untuk memastikan liputan oleh media berita barat, sesuatu yang diyakininya sangat penting untuk keberhasilan Hari AIDS Sedunia. Ia merasa bahwa karena 1988 adalah tahun pemilihan umum di AS, penerbitan media akan kelelahan dengan liputan pasca-pemilu mereka dan bersemangat untuk mencari cerita baru untuk mereka liput. Bunn dan Netter merasa bahwa 1 Desember cukup lama setelah pemilu dan cukup dekat dengan libur Natal sehingga, pada dasarnya, tanggal itu adalah tanggal mati dalam kalender berita dan dengan demikian waktu yang tepat untuk Hari AIDS Sedunia.

Bunn, yang sebelumnya bekerja sebagai reporter yang meliput epidemi ini untuk PIX-TV di San Francisco, bersama-sama dengan produsennya, Nansy Saslow, juga memikirkan dan memulai "AIDS Lifeline" ("Tali Nyawa AIDS") - sebuah kampanye penyadaran masyarakat dan pendidikan kesehatan yang disindikasikan ke berbagai stasiun TV di AS. "AIDS Lifeline" memperoleh Penghargaan Peabody, sebuah Emmy lokal, dan Emmy Nasional pertama yang pernah diberikan kepada sebuah stasiun lokal di AS.

Pada 18 Juni 1986, sebuah proyek "AIDS Lifeline" memperoleh penghargaan "Presidential Citation for Private Sector Initiatives", yang diserahkan oleh Presiden Ronald Reagan. Bunn kemudian diminta oleh Dr. Mann, atas nama pemerintah AS, untuk mengambil cuti dua tahun dari tugas-tugas pelaporannya untuk bergabung dengan Dr. Mann (seorang epidemolog untuk Pusat Pengendalian Penyakit) dan membantu untuk menciptakan Program AIDS Global. Bunn menerimanya dan diangkat sebagai Petugas Informasi Umum pertama untuk Pgoram AIDS Global. Bersama-sama dengan Netter, ia menciptakan, merancang, dan mengimplementasikan peringatan Hari AIDS Sednia pertama - kini inisiatif kesadaran dan pencegahan penyakit yang paling lama berlangsung dalam jenisnya dalam sejarah kesehatan masyarakat.)

Program Bersama PBB untuk HIV/AIDS (UNAIDS) mulai bekerja pada 1996, dan mengambil alih perencanaan dan promosi Hari AIDS Sedunia. Bukannya memusatkan perhatian pada satu hari saja, UNAIDS menciptakan Kampanye AIDS Sedunia pada 1997 untuk melakukan komunikasi, pencegahan dan pendidikan sepanjang tahun.

Pada dua tahun pertama, tema Hari AIDS Sedunia dipusatkan pada anak-anak dan orang muda. Tema-tema ini dikiritk tajam saat itu karena mengabaikan kenyataan bahwa orang dari usia berapapun dapat terinfeksi HIV dan menderita AIDS. Tetapi tema ini mengarahkan perhatian kepada epidemi HIV/AIDS, menolong mengangkat stigma sekitar penyakit ini, dan membantu meningkatkan pengakuan akan masalahnya sebagai sebuah penyakit keluarga. Pada 2004, Kampanye AIDS Sedunia menjadi organisasi independen.

Sejak dibentuknya hingga 2004, UNAIDS memimpin kampanye Hari AIDS Sedunia, memilih tema-tema tahunan melalui konsultasi dengan organisasi-organisasi kesehatan global lainnya.

Sejak 2008, tema Hari AIDS Sedunia dipilih oleh Komite Pengarah Global Kampanye Hari AIDS Sedunia setelah melalui konsultasi yang luas dengan banyak pihak, organisasi dan lembaga-lembaga pemerintah yang terlibat dalam pencegahan dan perawatan korban HIV/AIDS. Untuk setiap Hari AIDS Sedunia dari 2005 hingga 2010, temanya adalah "Hentikan AIDS, Jaga Janjinya", dengan sebuah sub-tema tahunan. Tema payung ini dirancang untuk mendorong para pemimpin politik untuk memegang komitmen mereka untuk menghasilkan akses sedunia kepada pencegahan, perawatan, pemeliharaan, dan dukungan terhadap penyakit dan para korban HIV/AIDS pada tahun 2010.

Tema Hari AIDS Sedunia :

1988 Komunikasi
1989 Pemuda
1990 Wanita dan AIDS
1991 Berbagi Tantangan
1992 Komitmen Masyarakat
1993 Saatnya Beraksi
1994 AIDS dan Keluarga
1995 Hak Bersama, Tanggung jawab Bersama
1996 Satu Dunia. Satu Harapan
1997 Anak-anak yang Hidup dalam Dunia dengan AIDS
1998 Kekuatan Menuju Perubahan: Kampanye AIDS Sedunia Bersama Orang Muda
1999 Dengarkan, Pelajari, Hidupi: Kampanye AIDS Sedunia dengan Anak-anak dan Orang Muda
2000 AIDS: Laki-laki Menciptakan Perbedaan
2001 Aku Peduli. Bagaimana dengan Anda?
2002 Stigma dan Diskriminasi
2003 Stigma dan Diskriminasi
2004 Perempuan, Gadis, HIV dan AIDS
2005 Hentikan AIDS. Jaga Janjinya
2006 Hentikan AIDS. Jaga Janjinya - Akuntabilitas
2007 Hentikan AIDS. Jaga Janjinya - Kepemimpinan
2008 Hentikan AIDS. Jaga Janjinya - Pimpin - Berdayakan - Berikan
2009 Hentikan AIDS. Jaga Janjinya - Akses Universal dan Hak Asasi Manusia

Tema ini tidaklah spesifik bagi Hari ADIS Sedunia, melaiinkan digunakan sepanjang tahun dalam upaya-upaya Kampanye AIDS Sedunia untuk menyoroti kesadaran HIV/AIDS dalam konteks peristiwa-peristiwa global lainnya termasuk Pertemuan Puncak G8. Kampanye ADIS Sedunia juga menyelenggarakan kampanye-kampanye di masing-masing negara di seluruh dunia, seperti Kampanye Mahasiswa Menghentikan AIDS, sebuah kampanye untuk menularkan kesadaran kepada orang-orang muda di seluruh Britania Raya.
Selengkapnya