Hari Perempuan   Women Day

blogger counters


Peristiwa Penting Terjadi pada 30 Januari

Dalam catatan sejarah, 30 Januari merupakan tanggal terjadinya dua peristiwa penting. Pertama tonggak awal terciptanya Perang Dunia II, dan kedua lenyapnya tokoh perdamaian serta cinta kasih. 

Apakah berarti tanggal 30 Januari merupakan tanggal yang suram? Entah, ini cuma pembeberan sejarah belaka, kok. Kita langsung lihat saja dua peristiwa penting tersebut.

 *30 Januari 1933*
* *
 www.historyplace.com**
*Adolf Hitler*  adalah seorang politisi Jerman dan ketua Partai Nazi (bahasa Jerman: Nationalsozialistische Deutsche Arbeiterpartei (NSDAP); Partai Pekerja Jerman Sosialis Nasional) kelahiran Austria. Ia menjabat sebagai Kanselir Jerman sejak 1933 sampai 1945 dan diktator Jerman Nazi (bergelar Führer und Reichskanzler) mulai tahun 1934 sampai 1945. Hitler menjadi tokoh utama Jerman Nazi, Perang Dunia II di Eropa, dan Holocaust.

Ketiadaan pemerintahan yang efektif memaksa dua politikus berpengaruh, Franz von Papen dan Alfred Hugenberg, bersama sejumlah industrialis dan pebisnis lainnya, menyurati von Hindenburg. 
Para penandatangan memaksa Hindenburg menunjuk Hitler sebagai kepala pemerintahan “bebas dari partai parlemen”, yang akan berubah menjadi gerakan yang mampu “memukau jutaan orang”.
Hitler, di jendela Reichskanzlei, menerima sambutan pada malam pelantikannya sebagai kanselir, 30 Januari 1933

Hindenburg dengan setengah hati setuju menunjuk Hitler sebagai kanselir setelah dua pemilihan umum parlemen—bulan Juli dan November 1932—tidak menghasilkan pembentukan pemerintahan mayoritas. Hitler akan memimpin pemerintahan koalisi berusia pendek yang dibentuk oleh NSDAP dan partai Hugenberg, yaitu Partai Rakyat Nasional Jerman (DNVP). 

Pada 30 Januari 1933, kabinet baru disumpah dalam upacara singkat di kantor Hindenburg. NSDAP memperoleh tiga jabatan penting, Hitler menjadi Kanselir, Wilhelm Frick Menteri Dalam Negeri, dan Hermann Göring Menteri Dalam Negeri untuk Prusia. Hitler sebelumnya menuntut jabatan menteri sebagai upaya mengendalikan polisi di sebagian besar wilayah Jerman.

*30 Januari 1948*
 
 www.dipity.com
Pemimpin politik dan spiritual gerakan kemerdekaan India, *Mohandas Karamchand Gandhi *(Mahatma Gandhi), menjadi korban pembunuhan pada tanggal ini. Gandhi tewas ditembak di New Delhi oleh seorang pengikut nasionalis Hindu garis keras.

Gandhi ditembak dari jarak dekat saat berjalan menuju panggung untuk menghadiri suatu acara doa bersama. Pembunuhnya adalah Nathuram Godse, simpatisan kelompok ekstrem Hindu Mahasabha, ungkap David Hardiman dalam bukunya, “Gandhi in His Time and Ours: The Global Legacy of His Ideas.”

Godse rupanya tidak senang dengan sikap moderat Gandhi, yang mendukung berpisahnya Pakistan dari India sekaligus memperjuangkan doktrin anti kekerasan. Bersama dengan seorang rekannya yang bersekongkol, Godse akhirnya diadili dan dihukum mati pada 1949.

Rakyat India merasa terpukul atas kematian Gandhi. “Pemimpin kita yang tercinta, Bapu, demikian kita memanggilnya, bapak bangsa ini telah tiada,” demikian pengumuman Jawaharlal Nehru, perdana menteri pertama India, seperti dikutip Jagdishchandra Jain dalam buku “Gandhi, The Forgotten Mahatma.”

Lautan massa di New Delhi menyaksikan proses kremasi Gandhi di New Delhi pada 6 Februari 1948. Abunya lalu disimpan di sejumlah guci untuk disebar ke beberapa tempat khusus.

Lahir pada 1869, Gandhi merupakan putra seorang pejabat pemerintah India. Ibunda Gandhi sejak awal mendekatkan putranya pada ajaran Jainisme, agama di India mengenai moral dan antikekerasan. Semasa sekolah, dia bukan murid yang menonjol.

Namun pada 1888, Gandhi mendapat kesempatan untuk belajar mengenai hukum di Inggris. Kembali ke India, dia gagal menemukan pekerjaan, lalu menerima pekerjaan kontrak satu tahun di Afrika Selatan.

Laman The History Channel mengungkapkan, Gandhi ditempatkan di Natal, di mana dia menjadi objek rasisme dan hukum Afrika Selatan yang membatasi hak-hak pekerja India. Gandhi pernah diusir dari kompartemen kelas satu kereta api dan ditendang keluar dari kereta. Sejak mengalami peristiwa itu, dia memutuskan untuk memerangi ketidakadilan dan membela hak-haknya sebagai seorang India dan seorang manusia.

Di Afrika Selatan, Gandhi mulai berkarya dengan berkampanye memperjuangkan nasib etnis India. Pada 1914, Gandhi kembali ke India. Dia mendukung Inggris dalam Perang Dunia I, tetapi pada 1919, dia memperkenalkan “satyagraha” untuk memprotes draf militer wajib terhadap India. Ratusan ribu orang mendukung aksinya, dan pada 1920, dia menjadi pemimpin gerakan kemerdekaan India.

Dikenal sebagai Mahatma ‘jiwa besar’, selama hidupnya metode persuasif Gandhi mengilhami para pemimpin pergerakan hak-hak sipil di seluruh dunia, termasuk mendiang Martin Luther King Jr. di Amerika Serikat.

Sumber: PalingSeru

Selengkapnya

Bransfield Temukan Benua Antartika

Edward Bransfield
Edward Bransfield (Ballinacurra, County Cork, Irlandia, 1785–1852) adalah seorang pelaut dan navigator dalam Angkatan Laut Kerajaan Britania Raya (Royal Navy). Pada tanggal 30 Januari 1820 Edward Bransfield menemukan Antarktika dan sering dianggap sebagai penemu benua Antartika.

Ia masuk angkatan laut pada usia 18 tahun. Bransfield kemudian mengambil bagian dalam Pengeboman Aljir pada tahun 1817 dan lalu ditugaskan di Chili. Setelah Kepulauan South Shetland ditemukan pada 1819 oleh William Smith, atasan Bransfield mengutus Bransfield dan Smith untuk menyelidiki lebih lanjut pulau-pulau yang baru ditemukan tersebut. Mereka kemudian menemukan Pulau King George dan pada 30 Januari 1820, menemukan Semenanjung Trinity, titik daratan Antartika yang paling utara.

Setelah Trinity, Bransfield kemudian menemukan Pulau Elephant dan Pulau Clarence. Saat kembali ke Chili dan menyampaikan hasil perjalanannya ke atasannya, pihak kerajaan Britania Raya ternyata tidak begitu tertarik dengan penemuan tersebut dan catatan harian Bransfield kini sudah hilang. Hanya peta-peta lautnya yang tersisa.

Tanpa sepengetahuan Bransfield, dua hari sebelumnya, seorang penjelajah asal Rusia, Fabian Gottlieb von Bellingshausen telah mencatat mengenai penemuan garis pantai yang dipenuhi es di tempat yang kini dikenal sebagai Antartika Timur. Bransfield melalui sisa hidupnya tanpa pernah dikenal luas masyarakat meskipun telah melakukan penemuan penting. Ia meninggal dunia pada 1852 dan dikubur di Brighton, Inggris.

Meski keberadaan benua Antarktika sudah diduga sejak lama, namun benua ini baru ditemukan pada tahun 1820. Siapa yang menemukannya pertama kali tidaklah jelas sebab ada tiga orang dari tiga negara yang mengklaimnya yaitu: Fabian von Bellingshausen dari Rusia, Edward Bransfield dari Britania Raya dan Nathaniel Palmer dari Amerika Serikat. Pada tahun 1911 Roald Amundsen dari Norwegia adalah orang pertama yang mencapai kutub selatan. Tidak lama kemudian ia disusul oleh Robert Falcon Scott dari Britania Raya.

Antarktika (dari bahasa Yunani ἀνταρκτικός "antarktikos", lawan kata arktik atau anti-arktik) merupakan benua yang meliputi Kutub Selatan Bumi. Tempat terdingin di muka bumi ini sebagian besar tertutup es sepanjang tahun. Meskipun legenda dan spekulasi tentang sebuah Terra Australis ("Tanah Selatan") sudah ada sejak zaman kuno, penemuan benua yang pertama kali diterima umum terjadi pada 1820 dan pendaratan yang pertama tercatat tahun 1821. Namun demikian, peta yang dibuat Laksamana Piri Reis tahun 1513 memuat sebuah benua selatan yang diduga sebagai pantai Antarktika.

Dengan luas 13.200.000 km², Antarktika adalah benua terluas kelima setelah Eurasia, Afrika, Amerika Utara, dan Amerika Selatan namun populasinya terkecil jauh di bawah yang lain (umumnya dihuni oleh para peneliti dan ilmuwan untuk batas waktu tertentu saja). Benua ini juga memiliki ketinggian tanah rata-rata tertinggi, kelembaban rata-rata terendah, dan suhu rata-rata terendah di antara semua benua di bumi. Antarktika merupakan zona bebas, walaupun sampai saat ini masih ada beberapa negara di dunia yang mengajukan klaim kepemilikan wilayah di benua Antarktika tersebut.

Antarktika adalah tempat terdingin di Bumi dengan suhu mencapai -85 dan -90 derajat Celsius di musim dingin dan 30 derajat lebih tinggi di musim panas. Bagian tengahnya dingin dan kering serta hanya mengalami sedikit curah hujan. Turunnya salju juga terjadi di bagian pesisir, dengan catatan tertinggi 48 inchi dalam 48 jam. Hampir seluruh benua ini diselimuti es setebal rata-rata 2,5 kilometer. Tergantung pada lintangnya serta waktu malam atau siang yang konstan, membuat iklim yang biasa dialami manusia tidak terdapat di benua ini.

Hewan yang umum dijumpai di wilayah ini adalah pinguin. Pinguin adalah jenis burung yang tidak bisa terbang, namun pinguin merupakan penyelam yang ulung. Hewan lainnya adalah singa laut, anjing laut dan ikan paus. Diperkirakan terdapat sekitar 1.000 orang tinggal di Antarktika dalam satu waktu namun bergantung juga terhadap musim. Orang yang tinggal di Antarktika biasanya menggunakan zona waktu negara asalnya. Walau tidak ada pemukim tetap, 29 negara yang menandatangani Traktat Antarktika memiliki stasiun riset yang umumnya selalu digunakan sepanjang tahun.

Banyak yang menganggap bahwa manusia pertama yang dilahirkan di Antarktika adalah Solveig Gunbjörg Jacobsen, tepatnya di Grytviken, pulau Georgia Selatan pada tanggal 8 Oktober 1913. Namun dikarenakan pulau ini tidak dianggap sebagai bagian dari benua Antarktika, maka Emilio Marcos Palma (lahir 7 Januari, 1978) sampai sekarang adalah orang pertama yang lahir di benua Antarktika. Ia adalah seorang warganegara Argentina. Lalu pada tahun 1986 dan 1987 di stasiun Chili lahir pula seorang anak lelaki dan perempuan.

Beberapa negara, terutama yang letaknya tidak jauh dari Antarktika pada awal abad ke-20 mengklaim beberapa wilayah di Antarktika. Pengklaiman ini secara praktis tidak ada artinya, namun seringkali digambarkan oleh para ahli kartografi dalam membuat peta dan atlas. Kebanyakannya yang mengklaim wilayah-wilayah ini memiliki stasiun observasi dan penelitian di dalam wilayah mereka. Perjanjian Antarktika tidak mengakui klaim-klaim ini dan sebagian besar negara di dunia tidak mengakui wilayah-wilayah ini. Beberapa negara seperti Amerika Serikat dan Rusia tidak atau belum mengklaim wilayah tetapi menyatakan bisa mengklaim wilayah pada masa depan.

Wisata ke Antarktika biasanya diselenggarakan lewat pelayaran laut. Orang-orang boleh menumpang kapal pesiar mewah yang akan berlayar mendekati Antarktika dalam jarak yang aman karena laut di sekitar Antarktika yang penuh dengan gunung-gunung es. Di dasawarsa 70-an, wisata dengan pesawat terbang juga populer untuk sesaat. Ada 2 maskapai penerbangan yang melayani penerbangan melintasi Antarktika untuk menikmati pemandangan dari udara yaitu Qantas Airlines dan Air New Zealand. Namun setelah kecelakaan pesawat Air New Zealand penerbangan TE-901 yang menabrak gunung Erebus pada tanggal 28 November 1978, penerbangan menikmati pemandangan Antarktika dari udara ini kemudian dihentikan.
Selengkapnya

Raja Charles I dari Inggris Dipenggal

Raja Charles I dari Inggris Dipenggal
Charles I (lahir 19 November 1600 – meninggal 30 Januari 1649 pada umur 48 tahun) adalah raja Inggris, raja Skotlandia dan raja Irlandia dari 27 Maret 1625 sampai ia mati dieksekusi. Charles ikut dalam perebutan kekuasaan dengan Parlemen Inggris, mencoba untuk mendapatkan pendapatan kerajaan sementara Parlemen berusaha untuk mengekang hak prerogatifnya. Banyak yang menentang tindakannya, khususnya campur tangan dalam gereja-gereja Inggris dan Skotlandia dan pengadaan pajak tanpa persetujuan parlemen, karena mereka melihatnya sebagai masyarakat tirani monarki mutlak. Pada tanggal 30 Januari 1649 Raja Charles I dari Inggris mati dengan cara dipenggal.

Pemerintahan Charles juga ditandai dengan konflik agama. Kegagalannya dalam membantu pasukan Protestan selama Perang Tiga Puluh Tahun, ditambah dengan kenyataan bahwa ia menikah dengan seorang Wanita Katolik Roma, menghasilkan ketidakpercayaan yang mendalam mengenai aturan Raja (dogma). Charles lanjut bersekutu dengan tokoh rohaniwan kontroversial, seperti Richard Montagu dan William Laud, yang Charles tunjuk jadi Uskup Agung Canterbury. Banyak tindakan Charles membawa Gereja Inggris terlalu dekat dengan Gereja Katolik Roma. Upaya berikutnya Charles untuk memaksa reformasi agama terhadap Skotlandia menyebabkan Wars Bishops, memperkuat posisi parlemen Inggris dan Skotlandia dan membantu mempercepat kejatuhan sendiri.

Tahun terakhir Charles ditandai oleh Perang Saudara Inggris, di mana ia berjuang melawan kekuatan parlemen Inggris dan Skotlandia, yang menantang upayanya untuk menolak dan meniadakan otoritas parlemen, sementara secara bersamaan menggunakan posisinya sebagai kepala Gereja Inggris untuk mengejar kebijakan agama yang dihasilkan antipati dari reformasi kelompok seperti Puritan. Charles dikalahkan dalam Perang Saudara Pertama (1642-1645), setelah Parlemen mengharapkan dia untuk menerima tuntutan untuk sebuah monarki konstitusional.

Dia malah tetap menantang dengan mencoba untuk membentuk sebuah aliansi dengan Skotlandia dan melarikan diri ke Isle of Wight. Ini memicu Perang Saudara Kedua (1648-1649) dan kekalahan kedua untuk Charles, yang kemudian ditangkap, diadili, divonis, dan dieksekusi untuk pengkhianatan tingkat tinggi. The monarki kemudian dihapuskan dan republik yang disebut Persemakmuran Inggris, juga disebut sebagai Interregnum Cromwellian, didirikan. Putra Charles, Charles II, yang tanggal aksesinya dari kematian ayahnya, tidak mengambil tampuk pemerintahan sampai pemulihan monarki pada tahun 1660.

Charles dipenggal pada Selasa, 30 Januari 1649. Dilaporkan bahwa sebelum eksekusi ia mengenakan pakaian hangat untuk mencegah cuaca dingin menggigil. Eksekusi berlangsung di Whitehall pada perancah di depan Gedung Banqueting. Charles dipisahkan dari rakyat dengan jajaran besar tentara, dan pidato terakhirnya hanya mencapai mereka dengan dia di tiang gantungan. Dia menyatakan bahwa dia telah menginginkan kebebasan dan kebebasan rakyat sebanyak apapun.

Charles meletakkan kepalanya di blok setelah mengatakan doa dan tanda algojo ketika ia siap, ia kemudian dipenggal dengan satu stroke bersih. Kata-kata terakhirnya adalah, "Aku akan pergi dari fana ke Crown fana, di mana tidak ada gangguan didapat." Philip Henry mencatat bahwa saat setelah eksekusi, erangan terdengar dari kerumunan berkumpul, beberapa di antaranya kemudian mencelupkan saputangan mereka dalam darahnya, namun tidak ada sumber saksi mata lainnya, termasuk Samuel Pepys untuk catatan ini. Henry menulis selama Restorasi, sekitar 12 tahun setelah peristiwa itu, meskipun Henry berumur 19 tahun ketika Raja itu dieksekusi dan ia dan keluarganya adalah penulis propaganda Royalist.

Algojo bertopeng itu, dan ada beberapa perdebatan tentang identitasnya. Hal ini diketahui bahwa Komisaris terdekat Richard Brandon, yang Hangman umum London, tapi dia menolak, dan sumber-sumber kontemporer umumnya tidak mengidentifikasi dirinya sebagai algojo Raja. Pertanyaan Sejarah Ellis, Namun, nama-nama dia sebagai algojo, berpendapat bahwa ia menyatakan sehingga sebelum meninggal. Hal ini dimungkinkan dia mengalah dan setuju untuk melakukan komisi, tetapi ada orang lain yang telah diidentifikasi. Sebuah Gunning Irlandia bernama secara luas diyakini memiliki Charles dipenggal, dan sebuah plakat penamaan dia sebagai algojo pada acara di pub Kings Head di Galway, Irlandia.

William Hewlett dihukum karena pembunuhan raja setelah Restorasi. Pada tahun 1661, dua orang diidentifikasi sebagai "Dayborne dan Bickerstaffe" ditangkap namun kemudian dibuang. Henry Walker, seorang wartawan revolusioner, atau saudaranya William, diduga tetapi tidak pernah dikenakan biaya. Berbagai legenda lokal di seluruh Inggris nama worthies lokal. Pemeriksaan yang dilakukan pada tahun 1813 di Windsor menunjukkan bahwa eksekusi itu dilakukan oleh seorang algojo yang berpengalaman. Ini adalah praktek umum untuk kepala seorang pengkhianat yang akan mengangkat dan dipamerkan kepada orang banyak dengan kata-kata "Lihatlah kepala pengkhianat!" Meskipun kepala Charles dipamerkan, kata-kata itu tidak digunakan.

Dalam sebuah gerakan belum pernah terjadi sebelumnya, salah satu pemimpin revolusioner, Oliver Cromwell, memungkinkan kepala Raja yang akan dijahit kembali ke tubuhnya sehingga keluarga bisa memberikan penghormatan. Charles dimakamkan secara pribadi pada malam 7 Februari 1649, dalam Henry VIII lemari besi di Chapel St George, Windsor Castle. Kerajaan pengikut Sir Thomas Herbert, Kapten Anthony Mildmay, Sir Henry Firebrace, William Levett Esq. dan Abraham Dowcett (Dowsett kadang-kadang dieja) disampaikan tubuh Raja ke Windsor. Putra Raja, Raja Charles II, kemudian merencanakan kerajaan rumit makam, tetapi itu tidak pernah dibangun.

Sepuluh hari setelah eksekusi Charles, sebuah memoar mengaku ditulis oleh raja muncul untuk dijual. Buku ini, yang Basilike Eikon (Yunani: "Portrait Royal"), mengandung apologia untuk kebijakan kerajaan, dan itu terbukti sepotong efektif propaganda royalis. William Levett, mempelai pria Charles dari kamar tidur, yang didampingi Charles pada hari eksekusi, bersumpah bahwa ia sendiri telah menyaksikan Raja menulis Basilike Eikon. John Cooke menerbitkan pidato yang akan disampaikan jika Charles telah memasuki permohonan, sementara Parlemen menugaskan John Milton untuk menulis jawaban, maka Eikonoklastes ("The ikonoklas"), namun respon mencapai sedikit kemajuan melawan pathos royalis yang buku.

Setelah kematian raja, beberapa karya yang ditulis mengekspresikan kemarahan dari orang-orang di tindakan semacam itu. Kemampuan untuk mengeksekusi seorang raja, diyakini menjadi juru bicara Allah, adalah kejutan ke negara itu. Beberapa puisi, seperti Katherine 'Phillips Atas Pembunuhan ganda Raja Charles, mengungkapkan kedalaman kemarahan mereka. Dalam puisinya, Phillips menggambarkan "pembunuhan ganda" raja, pelaksanaan hidupnya serta pelaksanaan martabatnya. Dengan membunuh seorang raja, Phillips mempertanyakan umat manusia secara keseluruhan-apa yang mereka mampu, dan bagaimana rendah mereka akan tenggelam.
Selengkapnya