Hari Perempuan   Women Day

blogger counters


Buddha Zamrud - Wat Phra Kaew

Buddha Zamrud
Buddha Zamrud (bahasa Thai: พระแก้วมรกต, Phra Kaew Morakot, atau nama resminya พระพุทธมหามณีรัตนปฏิมากร - Phra Phuttha Maha Mani Ratana Patimakorn) adalah peninggalan sejarah agama Buddha di Kerajaan Thai yang merupakan sebuah arca Buddha. Walaupun disebut "Buddha Zamrud", arca bersejarah ini sebenarnya bukan terbuat dari zamrud melainkan dari batu giok hijau. Arca ini berhiaskan busana emas dan mempunyai ketinggian kira-kira 45 cm. Arca bersejarah ini disimpan di Kuil Buddha Zamrud (Wat Phra Kaew) yang merupakan bagian dari Istana Raja di Bangkok. Tidak seperti kuil lainnya yang mempunyai kamar untuk para biksu, kuil ini hanya diperuntukkan sebagai bangunan suci, patung-patung dan pagoda-pagoda.

Wat Phra Kaew atau Kuil Budha Zamrud (bahasa Thai: วัดพระแก้ว) mempunyai nama lengkap Wat Phra Sri Rattana Satsadaram, (bahasa Thai: วัดพระศรีรัตนศาสดาราม) adalah kuil Budha terpenting di Thailand. Kuil ini terletak di tengah kota Bangkok, distrik Phra Nakhon, di area istana utama. Pembangunan kuil ini dimulai ketika raja Buddha Yodfa Chulaloke (Rama I) memindahkan ibu kota dari Thonburi ke Bangkok pada tahun 1785. Phra Buddha Yotfa Chulaloke (1736 - 1809) adalah pendiri dan raja pertama dinasti Chakri di Siam (kini Thailand) tahun 1782. Ia juga dianggap sebagai pendiri Rattanakosin (kini Bangkok) sebagai ibukota baru kerajaan yang telah disatukan kembali. Peristiwa paling terkenal dalam kekuasaannya adalah Perang Burma-Siam tahun 1785.

Menurut legenda, arca Buddha Zamrud dibuat pada tahun 43 SM oleh Nagasena di bandar Pataliputra (saat ini Patna, India). Setelah berada di Pataliputra selama tiga ratus tahun, ia dipindahkan ke Sri Lanka. Pada tahun 457, Raja Anuruth dari Birma mengirim utusannya ke Ceylon (nama Srilanka dahulu) untuk meminta Naskah Agama Buddha dan Buddha Zamrud untuk mengembangkan ajaran Buddha di kerajaannya. Permintaan tersebut diterima, walaupun sepanjang perjalanan pulang, kekacauan telah melanda dan kapal yang membawa para utusan tersebut tersesat dan akhirnya tiba di Kamboja. Pasukan Thai kemudian merebut Angkor Wat, sehingga arca Buddha Zamrud dibawa ke Ayutthaya, Kamphaeng Phet, Laos dan akhirnya Chiang Rai, di mana pemerintah bandar tersebut menyembunyikannya.

Nāgasena adalah seorang kaum Brahmana yang menjadi seorang biksu Buddhis dan hidup sekitar 150 sebelum Masehi. Jawaban-jawabannya atas pertanyaan tentang ajaran Buddha yang diajukan oleh Raja Menander I (Pali: Milinda), seorang raja Indo-Yunani di kawasan barat laut India (sekarang Pakistan), terekam dalam catatan berjudul Milinda Pañha. Dalam bahasa Sansekerta, naga berarti ular atau naga, dan juga bisa berarti makhluk separuh ular separuh manusia dalam banyak mitologi Asia. Sena berarti prajurit atau pasukan. Dengan demikian nama nagasena bisa diartikan sebagai "pasukan para naga", yang menggambarkan kekuatan supernaturalnya yang tinggi.

Menurut tradisi, Nagasena membawa sebuah patung Buddha pertama ke Thailand yaitu Buddha Zamrud Emerald Buddha. Menurut legenda ini, Emerald Buddha ini sedianya akan dibuat di India pada tahun 43 SM oleh Nagasena di kota (sekarang Patna). Nagasena tidak diketahui muncul dalam sumber lainnya selain Milinda Panha dan legenda ini. Segelintir sejarawan seni menyatakan bahwa seni Buddha Zamrud adalah berdasarkan gaya Chiang Saen yang berasal dari abad ke-15 Masehi. Hal ini menimbulkan dugaan bahwa arca tersebut berkemungkinan dihasilkan di Lannathai.

Sejarah telah menyatakan bahawa arca tersebut berasal dari Kerajaan Lannathai pada tahun 1434. Terdapat suatu legenda dimana wat Chiang Rai telah dipanah petir dan arca Buddha Zamrud ditemukan pada lokasi sambaran petir tersebut. Raja Lannathai pada masa itu, Raja Sam Fang Kaen ingin meletakkan arca Buddha tersebut di Chiang Mai. Akan tetapi, saat perarakan membawa arca Buddha itu berlangsung, gajah yang membawanya tidak membawa arca tersebut ke Chiang Mai, sebaliknya ke Lampang. Peristiwa ini dianggap sebagai suatu pertanda sehingga arca tersebut bertahan di Lampang sehingga tahun 1468. Akhirnya ia dibawa ke Chiang Mai dan disimpan di wat Chedi Luang.

Buddha Zamrud bertahan di Chiang Mai sehingga tahun 1552, di mana arca tersebut dibawa ke Luang Prabang dan kemudian ke kerajaan Laos Lan Xang. Beberapa tahun sebelum itu, putera mahkota Lan Xang, Setthathirath, telah dijemput untuk menduduki takhta kerajaan Lannathai yang kosong. Walau bagaimanapun, dia menjadi Raja Lan Xang setelah ayahandanya, Photisarath mangkat. Dia kembali ke Lan Xang dengan membawa arca Buddha tersebut bersamanya. Pada tahun 1564, pusat pemerintahan Lan Xang berpindah ke Vientiane, dan arca tersebut turut dipindahkan ke sana.

Pada tahun 1779, Jenderal Chao Phraya Chakri merebut Vientiane dan membawa pulang Buddha Zamrud dengannya ke Thonburi. Setelah dia menjadi Raja Rama I Kerajaan Thai, dia meletakkan patung tersebut di Wat Phra Kaew dengan upacara gilang-gemilang pada 22 Maret 1784. Ia sekarang diletakkan di dalam bangunan utama wat (kuil) tersebut yang dipanggil Ubosoth.

Buddha Zamrud dibuat dari batu giok dan berhiaskan dengan pakaian yang terbuat dari emas. Terdapat tiga set pakaian emas, yang dipakaikan oleh Raja Kerajaan Thai di dalam sebuah upacara yang dilangsungkan pada setiap pergantian musim; yaitu pada bulan ke-4, ke-8 dan ke-12 menurut kalendar Thai. Ketiga set pakaian tersebut mewakili musim panas, penghujan dan sejuk di Thailand. Dua set pakaian emas yang tidak digunakan dipamerkan di Astana Alat-alat Kebesaran, Hiasan Kerajaan dan Koin Mata Uang Thai untuk umum.