Hari Perempuan   Women Day

blogger counters


Konstitusi Stalin - Konstitusi Soviet 1936

Konstitusi Stalin - Konstitusi Soviet 1936
Konstitusi Soviet 1936 atau Konstitusi Stalin diadopsi pada tanggal 5 Desember 1936 untuk menata ulang pemerintahan Uni Soviet. Konstitusi tersebut mencabut pembatasan pemungutan suara dan menambahkan hak bekerja yang dijamin konstitusi sebelumnya. Di samping itu, konstitusi ini mengakui hak sosial dan ekonomi kolektif termasuk hak bekerja, beristirahat dan waktu senggang, perlindungan kesehatan, perawatan di usia tua dan sakit, perumahan, pendidikan, dan keuntungan budaya.

Konstitusi itu juga menyediakan pemilihan langsung bagi seluruh badan pemerintahan dan reorganisasinya ke dalam satu sistem yang manunggal. Meskipun Soviet mempropagandakan konstitusi itu ditulis oleh Josef Stalin, kenyataannya konstitusi itu ditulis oleh komisi khusus yang beranggotakan sejumlah tokoh seperti Nikolai Bukharin, Karl Radek dan Yakov Yakovlev, semuanya dihukum mati dalam Pembersihan Besar-Besaran.

Konstitusi 1936 mengubah nama Komite Eksekutif Pusat menjadi Soviet Agung Uni Republik Sosialis Soviet. Seperti pendahulunya, Soviet Agung terdiri atas 2 kamar: Soviet Uni dan Soviet Kebangsaan. Konstitusi itu memberi wewenang pada Soviet Agung untuk memilih komisi, yang melakukan sebagian besar kerjanya. Seperti di bawah konstitusi sebelumnya, Presidium Soviet Agung menjalankan kekuasaan penuh Soviet Agung antarsesi dan berhak mengartikan hukum.

Ketua Presidium Soviet Agung menjadi kepala negara tituler. Sovnarkom (setelah tahun 1946 dikenal sebagai Dewan Menteri) terus bertindak sebagai cabang eksekutif pemerintahan. Dari 4 konstitusi Soviet, Konstitusi 1936 adalah yang paling lama bertahan. Konstitusi ini digantikan pada tahun 1977 (Konstitusi Soviet 1977).

Konstitusi itu menyediakan hak ekonomi yang tak dimasukkan dalam konstitusi gaya demokrasi Barat. Konstitusi itu dipandang sebagai kemenangan pribadi Stalin, yang pada kesempatan ini digambarkan oleh Pravda sebagai "orang jenius dari dunia baru, orang paling bijaksana di zaman ini, pemimpin besar komunisme." Sejarawan Barat dan negara bekas jajahan Uni Soviet memandang konstitusi ini sebagai dokumen propaganda tanpa arti.

Sebagai contoh, Leonard Schapiro menulis: "Keputusan mengubah sistem pemilihan dari tidak langsung menjadi langsung, dari hak suara terbatas menjadi universal, dan dari pemungutan suara terbuka menjadi rahasia, adalah ukuran keyakinan partai dalam kemampuannya memastikan kembalinya para calon pilihannya sendiri tanpa pembatasan yang dahulu dianggap perlu," dan juga "...penelitian naskah konstitusi baru yang cermat dan berhati-hati menunjukkan bahwa hal itu membuat kedudukan tinggi partai tak berkurang, dan kemudian tak bernilai sebagai jaminan hak individu."

Pembersihan Besar-Besaran (bahasa Rusia: Большая чистка/Bolsjaja tsjistka) adalah perburuan dan penyingkiran lawan politik dalam skala besar di Uni Soviet. Pembunuhan Sergei Mironovich Kirov pada tahun 1934 menandai awal Pembersihan Besar-Besaran. Korban-korban pada masa Pembersihan Besar-Besaran termasuk bekas oposisi dalam partai politik, kepala negara, perdana menteri dan pimpinan partai republik otonom, cendekiawan, seniman, Trotskyis, dan puak sayap kanan beserta anggota keluarga dan sahabatnya.

Rakyat jelata juga secara kejam menjadi korban 'pembersihan' Stalin. Banyak di antara mereka yang dijadikan pekerja paksa di Gulag, sementara lainnya dibunuh setelah pengadilan terbuka. Kelompok suku minoritas, yang disebutkan Stalin sebagai 'anti-Soviet', juga menjadi korban Pembersihan Besar-Besaran. Malahan sebagian atau seluruh kelompok etnis dideportasi ke daerah terpencil di Asia Tengah dan Siberia dan banyak di antara mereka yang terus bertahan hidup di sana. Setelah kematian Stalin, kelompok suku minoritas tersebut dapat kembali ke kampung halamannya.

Pembersihan itu memberikan efek radikal bagi Tentara Merah, karena banyak kehilangan perwira-perwiranya, termasuk 3 dari 5 marsekal. Tentara Merah didirikan oleh Leon Trotsky, musuh Stalin. Adolf Hitler membocorkan informasi palsu bahwa Mars. Mikhail Tukhachevsky berencana melancarkan pemberontakan atas Stalin. Karena itulah, ada perlawanan tak seimbang atas Nazi Jerman pada bulan Juni 1941 di Uni Soviet selama Operasi Barbarossa. Kedua marsekal yang tersisa harus bersedia dicopot jabatannya setelah pecahnya perang karena ketidakpuasan komandannya.

Sumber : http://www.departments.bucknell.edu/russian/const/1936toc.html